Friends-of-Janang's Site

HomePerjuangan Adalah Pelaksanaan Kata-kata
Mengutip dari puisi Rendra pada tittle diatas, Janang sudah memperjuangkan gagasan dan kata-katanya. Bagi kami almarhum adalah inspirasi. Komunitas komik Indonesia seharusnya berterimakasih pada Janang yang telah meninggalkan bara semangat yang layak diteladani. Dalam langkah kecil, Komedo yang digagasnya telah membuktikan bagaimana jaringan komunitas bekerja. Blog ini adalah wadah bagi anda yang merasa mengenal Janang untuk mengemukakan simpati dalam bentuk karya yang mungkin bisa ditampilkan disini. Terimakasih Janang!
.
Photo AlbumPhotos
ddd
dThumbnaild
ddd
Aji Prasetyo - Malang
4 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
Yudis - Surabaya
2 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
Alfa - Semarang
1 Photo
ddd
dThumbnaild
ddd
Eko FR - Medan
2 Photos, 1 comment

.
Untuk Janang; seniman komik yang dipanggil Tuhan hari kemarin. Bermenit-menit menunggu apa yang hendak tersurat di sini Menyambung sedikit menit yang pernah tercipta waktu berkumpul dulu Berjuang. Beritikad. Berkehendak. Berjuang. Bergerak.... more
Previous blog entries:
Apr 1-Selamat Pagi Janangku
Mar 31-Buat Janang
Mar 31-Puisi Buat Janang
.
.
.
   
eeand wrote on Apr 6
Turut berduka cita, semoga Allah menerima dengan kasih-Nya di sisi-Nya......Janang adalah seorang teman seperjuangan jaman di Forum Lingkar Pena dulu, seorang teman yg sering saya pinjam bukunya, karena lebih banyak dan lengkap. Dari Janang saya bisa baca Mimpi2 Einstein dan Planetes.
Dulu Janang pernah bikin karikatur saya, pernah bikin nama saya jadi mirip kaya yg ada di Angels and Demon, bisa dibolak-balik tapi tetep sama. Kreatip banget yak.Gen kreatif Janang gak pernah tidur.

Rasanya kaya kemarin saya masih denger Janang cerita bagaimana dia nelpon panitia lomba komik lingkungan hidup dan nanya apakah nama Janang ada menjadi juara? katanya enggak ada....trus Janang nanya, "Klo gt juaranya siapa ya?".
Panitianya menjawab "Juara 1nya Sapto Denaswanto"
Hehehe...rupanya dia lupa pake nama apa waktu ngirim karyanya....Janang...Janang....jadi kangen....aku kirimin doa aja ya....

-Iyan-
gugunarief wrote on Apr 3
Kini untuk pertama kalinya kau bikin ulah....gara-gara kamu keburu-buru kini kita yang kerepotan. Ibarat bakul gentong yang dagangannya tinggal dua buah. Terus dagangan itu laku cuman satu menjelang hari berakhir. Maka sempoyonganlah si bakul itu membawa sisa dagangannya pulang...
Dulu kita bareng-bareng bikin komunitas...studio Woh itu.....
Ada kamu, ada Nias, Randi, Aji, Wawan, Hari, Mia, Isti terus ada Adi, Jati, Heri, Rif'an...
Kamulah yang paling giat wira-wiri membuat jejaring bagai laba-laba. Padahal sosokmu lebih mirip beruang purba.
Lebih dari itu....kau pula yang dengar curhat basi dan segala musik komposisiku...kau yang beri kritik hingga aku bisa terus maju. Dari kamu aku belajar ramah. Dari kamu aku belajar berteman....
Ash...wagu kowe, Nang!
Ngapain sih buru-buru? Bikin repot tahu?! Udah badanmu gedhe kayak Parasaurolopus. Kini kamar sebelah jadi senyap dan gelap. Tak bisa lagi kau beli nasi goreng di Pak Min. Nggak bisa lagi ngeliatin Rini merajuk manja. Tak tahukah kau bahwa Mbak sebelah tu makin HOT aja?
Rasain kamu...nggak bisa makan gorengan lagi bweeee.....

Dulu kau yang setia nemenin kalo ada konser yang ingin kutonton....atau sekadar makan di warung Bu Lembut. Kau selalu mau mendengar cerita-cerita basi tentang para gadis jelita yang menendangku. Terakhir kali kau bikin KOMEDO tapi aku malah sibuk kerja di kantor. Terakhir kali kita debat soal bikin Toko Komik. Terakhir kali kita mo bikin Si Mata Panda. Kau manajeri aku....tapi yach...baru selembar jadi kau telah pergi. Curang!!!
Dan kini pertama kalinya aku menulis sesuatu yang paling nggak asyik, nggak nyaman dan wagu.....
Sebuah requiem yang tak tahu bakal bisa kau kritisi atau tidak......
Janang.....
Aku sebel karo kowe!

-Gugun Arief Gunawan-
Komposer dan juga komikus teman sebelah kamar kost Janang
.
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help